Food Preservation – Boiling
Proses merebus makanan dengan bahan cair bisa membunuh mikroba yang ada. Susu dan air sering direbus untuk membunuh mikroba berbahaya yang mungkin ada di dalamnya. Pemanasan dilakukan sampai suhu yang cukup untuk membunuh mikroorganisme di dalam makanan. Teknik ini banyak dilakukan dengan teknik lainnya dalam metode food preserving.
Food Preservation – Fermentation/Fermentasi
Beberapa makanan menggunakan mikroorganisme spesifik yang memerangi pembusukan dari organisme lain. Mikroorganisme ini mengendalikan patogen dengan menciptakan lingkungan yang beracun bagi diri mereka sendiri dan mikroorganisme lainnya dengan memproduksi asam atau alkohol. Metode fermentasi meliputi (tetapi tidak terbatas pada) starter mikroorganisme, garam, suhu terkendali (biasanya dingin) dan kadar oksigen terkontrol (biasanya rendah). Fermentasi adalah konversi…
Food Preservation – Pickling
Metode pickling atau acar adalah metode pengawetan makanan dalam cairan antimikroba yang dapat dimakan. Pengawetan peng-acaran dapat secara luas diklasifikasikan ke dalam dua kategori:1. Pengawetan kimia. Dalam pengawetan kimia, makanan ditempatkan dalam cairan yang dapat dimakan yang menghambat atau membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya. Agen pengawet yang umum termasuk air garam pekat, cuka, alkohol, dan…
Food Preservation – Canning
Proses pengawetan makanan dengan metode pengalengan melibatkan beberapa proses, yaitu memasak makanan, menyegelnya dalam kaleng atau botol yang disterilkan, lalu merebus wadah kaleng atau botol tersebut untuk membunuh atau melemahkan bakteri yang tersisa sebagai bentuk sterilisasi. Metode ini biasanya dikombinasikan dengan beberapa metode lain, seperti :1. Boiling + Canning, biasanya digunakan untuk bahan sayuran seperti…
Food Preservation – Jellying
Makanan dapat diawetkan dengan memasak dan mencampurnya dengan bahan yang akan mengeras membentuk gel. Bahan-bahan tersebut termasuk gelatin, agar, tepung jagung, dan tepung garut/irut. Buah-buahan yang dimasak menggunakan bahan gel akan menghasilkan sebuah produk yang mirip dengan selai/marmalade, tetapi memiliki texture yang lebih kenyal serta tidak berair. Beberapa makanan secara alami membentuk gel protein ketika…
Food Preservation – Confit
Meskipun istilah confit telah merujuk pada hampir semua makanan yang direndam dalam suatu bahan cairan untuk pengawetan, pada Abad Pertengahan, metode ini lazim dilakukan hanya untuk bahan daging, yang dikombinasikan dengan metode jugging serta burial. Untuk membuat confit, daging yang paling cocok dipakai adalah daging yang mengandung banyak lemak, seperti babi, sapi, angsa atau entog….
Food Preservation – Jugging
Jugging bisa diartikan secara harafiah, yaitu kendi. Jugging adalah proses pengolahan, proses pengawetan serta pengalengan yang utamanya dilakukan untuk daging dan unggas di dalam kendi, gerabah atau tembikar yang tertutup, ketiga proses ini dilakukan secara bersamaan. Hewan yang akan diolah biasanya dipotong-potong terlebih dahulu, kemudian ditempatkan ke dalam kendi yang tertutup rapat dengan air garam…
Food Preservation – Salting
Penggaraman adalah cara paling umum untuk mengawetkan hampir semua jenis daging, unggas atau ikan, karena dapat menghilangkan kelembaban dan membunuh bakteri. Sayuran dapat diawetkan dengan garam kering juga, meskipun di lidah kita, mengolah sayuran menjadi acar atau asinan lebih umum dan cocok dilidah orang asia yang tinggal dinegara tropis. Garam juga digunakan bersama dengan proses…
Food Preservation – Sugaring
Sejak ditemukannya pemanis, manusia telah menggunakan pemanis tersebut sebagai pengawet, disebutkan bahwa masyarakat kuno telah menyimpan buah di dalam cairan madu yang disimpan didalam tembikar (terutama bangsa mediteranian). Setelah ditemukannya tanaman tebu dan proses ekstraksi tetes tebu menjadi gula, perlahan gula pun menggantikan fungsi madu karena alasan lebih murah, mudah didapat dan lebih versatile dalam…
Food Preservation – Drying
Merupakan proses pengawetan makanan tertua dan paling dapat diandalkan. Situs arkeologi di Mesir kuno dan Mesopotamia menunjukkan metode pengawetan makanan ini telah digunakan sejak 4.000 SM. Pengeringan matahari sebenarnya cukup sederhana : bergantung pada matahari dan aliran udara. Sementara metode yang lebih baru seperti dehidrator elektronik atau oven akan mempercepat prosesnya saja, bukan memperbaiki dari sisi…
Food Preservation – Burial
Burial atau arti harafiahnya penguburan makanan dapat mengawetkan makanan karena berbagai faktor :1. Kurangnya cahaya.2. Kekurangan oksigen.3. Adanya suhu dingin.4. Tingkat pH dalam tanah. Burial dapat dikombinasikan dengan metode lain seperti salting, sugaring, confit, jugging atau fermentasi. Metode paling awal yang ditemukan, yaitu teknik penguburan dengan menggali tanah dan menggunakan tembikar untuk menyimpan sayuran serta…
Food Preservation – Lye
LyeLye atau larutan alkali (Sodium hydroxide) atau soda kaustik, adalah campuran natrium hidroksida dan air. Lye adalah alkali yang lebih kuat daripada soda kue atau natrium bikarbonat, dengan pH berkisar antara sekitar 13 hingga 14,2. AsalOrang Babilonia dan Romawi kuno diyakini secara tidak sengaja menemukan sifat pembersih dari alkali tersebut. Penggalian arkeologis telah menemukan sabun…